Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai
ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, yang dapat dimanfaatkan
untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, menunjang budidaya, pariwisata
dan rekreasi.
Taman Nasional Bali Barat mempunyai luas 19.002,89 ha. terdiri
dari kawasan terestrial seluas 15.587,89 ha. dan kawasan perairan
selaus 3.415 ha. Potensi Taman Nasional Bali Barat meliputi berbagai
jenis flora dan fauna liar, yang berstatus langka, dilindungi maupun
yang keberadaannya masih melimpah, habitat dan letak geomorfologinya
serta keindahan alamnya.. » selanjutnya
Pertama kali dilaporkan penemuannya oleh Dr. Baron Stressmann seorang
ahli burung berkebangsaan Inggeris pada tanggal 24 Maret 1911. Atas
rekomendasi Stressmann, Dr. Baron Victor Von Plessenn mengadakan
penelitian lanjutan (tahun 1925) dan menemukan penyebaran burung
Jalak Bali mulai dari Bubunan sampai dengan Gilimanuk dengan perkiraan
luas penyebaran 320 km2.
Pada tahun 1928 sejumlah 5 ekor Jalak Bali di bawa ke Inggeris
dan berhasil dibiakkan pada tahun 1931. Kebun Binatang Sandiego
di Amerika Serikat mengembangbiakkan Jalak Bali dalam tahun 1962
(Rindjin, 1989)... » selanjutnya
Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kegiatan Badan Planologi Kehutanan Tahun 2007 Sehubungan dengan telah berakhirnya Tahun Dinas 2006 dan sebagai upaya mewujudkan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan antara Badan Planologi Kehutanan beserta UPT Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH), maka pada tanggal 15 - 16 Januari 2007 Badan Planologi Kehutanan menyelenggarakan rapat koordinasi bersama BPKH I s/d XI. Rapat yang berlangsung di Bogor dihadiri oleh Kepala Badan Planologi Kehutanan, Sekretaris Badan Planologi Kehutanan, para Ke.... » selanjutnya
Repatriasi Orangutan dari Thailand ke Indonesia Repatriasi merupakan salah bentuk upaya perlindungan terhadap satwa-satwa yang merupakan hasil perdagangan internasional illegal. Repatriasi orangutan ini juga merupakan aktualisasi dan momentum awal yang tepat sebagai salah satu usaha kepedulian Negara dan Bangsa Indonesia terhadap upaya konservasi satwa langka, yang sekaligus dapat dipakai sebagai wahana penyampai pesan kepada masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri, agar makin meningkatk.... » selanjutnya
TEMU USAHA TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMANFAATAN KAYU NON HUTAN ALAM Departemen Kehutanan menyelenggarakan seminar dan temu usaha penggunaan teknologi tepat guna, untuk mengembangkan pemanfaatan kayu non hutan alam (Hutan Tanaman Industri, Hutan Rakyat, dan tebangan peremajaan kebun) pada hari Selasa tanggal 12 Desember 2006 di Ruang Rimbawan I dan II, gedung Manggala Wanabakti, Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat.
Dalam temu usaha tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan bersama Fakultas Keh.... » selanjutnya
Penyuluhan Kehutanan Menjelaskan kebijakan penyuluhan kehutanan; Menjelaskan teknik identifikasi potensi wilayah dan kebutuhan teknologi kehutanan; Menjelaskan teknik menyusun ..... » selanjutnya