| |
|
Pertama kali dilaporkan penemuannya oleh Dr. Baron Stressmann
seorang ahli burung berkebangsaan Inggeris pada tanggal 24 Maret
1911. Atas rekomendasi Stressmann, Dr. Baron Victor Von Plessenn
mengadakan penelitian lanjutan (tahun 1925) dan menemukan penyebaran
burung Jalak Bali mulai dari Bubunan sampai dengan Gilimanuk dengan
perkiraan luas penyebaran 320 km2. Pada tahun 1928 sejumlah 5 ekor
Jalak Bali di bawa ke Inggeris dan berhasil dibiakkan pada tahun
1931. Kebun Binatang Sandiego di Amerika Serikat mengembangbiakkan
Jalak Bali dalam tahun 1962 (Rindjin, 1989).
|
- Sejak tahun 1966, IUCN ( International Union for Conservation
of Natur and Natural Resources) telah memasukan Jalak bali ke
dalam Red Data Book, yaitu buku yang memuat jenis flora dan fauna
yang terancam punah.
- Dalam konvensi perdagangan internasional bagi jasad liar CITES
( Convention on International Trade in Endangered Species of wild
fauna and flora) Jalak bali ter daftar dalam Appendix I, yaitu
kelompok yang terancam kepunahan dan dilarang untuk diperdagangkan.
- Pemerintah Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian
No. 421/Kpts/Um/8/70 tanggal 26 Agustus 1970, yang menerangkan
antara lain burung Jalak Bali dilindungi undang-undang.
- Dikatagorikan sebagai jenis satwa endemik Bali, yaitu satwa
tersebut hanya terdapat di Pulau Bali (saat ini hanya di dalam
kawasan Taman Nasional Bali Barat), dan secara hidupan liar tidak
pernah dijumpai dibelahan bumi manapun di dunia ini.
- Oleh Pemerintah Daerah Propinsi Bali dijadikan sebagai Fauna
Symbol Propinsi Bali.
|
|
Dalam Biologi, Jalak Bali mempunyai klasifikasi sebagai berikut
: Phylum (Chordata), Ordo (Aves), Family (Sturnidae), Species (Leucopsar
rothschildi Stressmann 1912) dengan nama lokal Jalak Bali, Curik
Putih, Jalak Putih Bali.
Adapun ciri-ciri/karakteristik dari Jalak Bali dapat dikemukakan
sebagai berikut :
|
- Bulu
Sebagian besar bulu Jalak Bali berwarna putih bersih, kecuali
bulu ekor dan ujung sayapnya berwarna hitam.
- Mata
Mata berwarna coklat tua, daerah sekitar kelopak mata tidak berbulu
dengan warna biru tua.
- Jambul
Burung Jalak Bali mempunyai jambul yang indah, baik pada jenis
kelamin jantan maupun pada betina.
- Kaki
Jalak Bali mempunyai kaki berwarna abu-abu biru dengan 4 jari
jemari (1 ke belakang dan 3 ke depan).
- Paruh
Paruh runcing dengan panjang 2 - 5 cm, dengan bentuk yang khas
dimana pada bagian atasnya terdapat peninggian yang memipih tegak.
Warna paruh abu-abu kehitaman dengan ujung berwarna kuning kecoklat-coklatan.
- Ukuran
Sulit membedakan ukuran badan burung Jalak Bali jantan dan betina,
namun secara umum yang jantan agak lebih besar dan memiliki kuncir
yang lebih panjang.
- Telur
Jalak Bali mempunyai telur berbentuk oval berwarna hijau kebiruan
dengan rata-rata diameter terpanjang 3 cm dan diameter terkecil
2 cm.
|
|
d. Musim Berbiak di Habitat
|
|
Di habitat (alam) Jalak Bali menunjukkan proses berbiak pada periode
musim penghujan, berkisar pada bulan Nopember sampai dengan Mei.
|
|
e. Habitat, Penyebaran dan Populasi
|
|
Habitat terakhir Jalak Bali di Taman Nasional Bali Barat hanya
terdapat di Semenanjung Prapat Agung (tepatnya Teluk Brumbun dan
Teluk Kelor). Hal ini menarik karena dalam catatan sejarah penyebaran
Jalak Bali pernah sampai ke daerah Bubunan - Singaraja (±
50 km sebelah Timur kawasan.
|
|
|