| |
|

|
Secara administrasi pemerintahan, Taman Nasional Bali Barat
(TNBB) terletak dalam 2 kabupaten yaitu Kabupaten Buleleng
dan Jembrana, Propinsi Bali. Secara geografis terletak antara
8o 05' 20" sampai dengan 8o 15' 25" LS dan 114o
25' 00" sampai dengan 114o 56' 30" BT.
|
- Topografi
Topografi kawasan terdiri dari dataran landai (sebagian
besar datar), agak curam, dengan ketinggian tempat antara
0 s.d 1.414 mdpl.
Terdapat 4 buah gunung yang cukup dikenal dalam kawasan,
yaitu Gunung Prapat Agung setinggi ± 310 mdpl, Gunung
Banyuwedang ± 430 mdpl, Gunung Klatakan ±
698 mdpl dan Gunung Sangiang yang tertinggi yaitu ±
1002 mdpl. Di perairan laut terdapat 4 pulau yang masuk
dalam kawasan TNBB yaitu P. Menjangan ± 175 Ha, P.
Burung, P. Gadung, dan P. Kalong.
- Geologi dan Tanah
Berdasarkan Peta Tanah Tinjau P. Bali skala 1 : 250.000
(Pola Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah Wilayah DAS
Pancoran, Teluk Terima, Balingkang Anyar Unda dan Sema Bor)
tahun 1984 formasi Geologi, TNBB sebagian besar terdiri
dari Latosol.
- Iklim dan Hidrologi
Berdasarkan Schmidt dan Ferguson, kawasan TNBB termasuk
tipe klasifikasi D, E, C dengan curah hujan rata-rata D
: 1.064 mm / tahun, E : 972 mm / tahun, dan C : 1.559 mm
/ tahun.
Temperatur udara rata-rata 33o C pada beberapa lokasi, kelembaban
udara di dalam hutan sekitar 86 %. Sungai-sungai yang ada
dalam kawasan TNBB meliputi S. Labuan Lalang, S. Teluk Terima,
S. Trenggulun, S. Bajra / Klatakan, S. Melaya, dan S. Sangiang
Gede.
|
|
Taman Nasional Bali Barat terletak di ujung barat Pulau
Bali lebih kurang 2 Kilometer dari Pelabuhan Penyebrangan
Gili,manuk. Untuk sampai ke kawasan ini dapat dicapai dengan
kendaraan darat. Dari Ibu Kota Propinsi Bali, Denpasar, dapat
ditempuh selama ± 3 jam perjalanan darat.
|
|
4. Keadaan Penduduk di Sekitar Kawasan
|
|
Seperti penduduk lainnya yang berbatasan langsung dengan
hutan yang merupakan kawasan konservasi, ketergantungan penduduk
terhadap sumberdaya hutan juga masih cukup tinggi. Ketergantungan
ini biasanya terhadap sumberdaya kayu bakar untuk keperluan
rumah tangga maupun sumberdaya pakan ternak. Ketergantungan
ini tentunya juga sedikit banyak akan mempengaruhi keutuhan
dan kelestarian sumberdaya kawasan konservasi. Selain itu,
sumberdaya hutan yang seringkali dijadikan komoditi dan diambil
dari Taman Nasional oleh penduduk diantaranya satwa-satwa
liar.
|
|
5. Sarana Prasarana Pendukung Sekitar Kawasan
|
|
Beberapa sarana dan prasarana untuk kepentingan wisata alam
yang ada antara lain : beberapa obyek wisata yang berada di
dalam kawasan Taman Nasional maupun di sekitar kawasan Taman
Nasional. Untuk di dalam kawasan Taman Nasional, kebanyakan
berupa wisata budaya yang berupa pura. Beberapa sarana yang
dimiliki oleh Taman Nasional diantaranya Information Centre
di Kantor Taman Nasional, shelter-shelter yang tersebar di
dalam kawasan.
|
|
6. Data Jumlah Pengunjung 5 (Lima) Tahun Terakhir
|
|
Data jumlah pengunjung , peneliti dan berkemah per tahun
antara tahun 1995 - 2004 :
|
|
Tahun
|
Nusantara
|
Mancanegara
|
|
1995
|
34.496
|
21.611
|
|
1996
|
45.774
|
22.635
|
|
1997
|
87.947
|
20.280
|
|
1998
|
91.371
|
38.215
|
|
1999
|
52.010
|
22.099
|
|
2000
|
11.001
|
20.168
|
|
2001
|
21.010
|
20.895
|
|
2002
|
19.633
|
21.008
|
|
2003
|
65.848
|
15.226
|
|
2004
|
11.731
|
2.897
|
Keterangan
:
Wisatawan yang terbanyak dari : Eropa, Amerika dan Asia (Jepang)
Data 2004 sampai dengan bulan Maret |
|
|
|